Kolom

Beranda Publikasi Kolom Halaman 21

Pergeseran Makna dan Fungsi Tayub di Jawa

0
Oleh: Tjahjono Widijanto (penulis adalah penyair, esais dan pemerhati budaya serta alumnus Program Doktor Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNS Surakarta. Tinggal di Ngawi,...

Toa Masjid dan Bunyi yang Membudaya

1
Oleh: Aris Setiawan (pengajar etnomusikologi di ISI Surakarta) Polemik penggunaan pengeras suara di masjid kembali mencuat. Rumah seorang warga di Tangerang digeruduk warga gara-gara ia...

Perkembangan “Musik Islam” di Indonesia

0
Oleh: Sunarto (pengajar Filsafat dan Musikologi pada Jurusan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang) Sebelum abad ke-20, satu-satunya musik di Indonesia (kemudian Hindia Belanda)...

Mengkaji Yahudi Alkitab, Menjadi Kristen Indonesia

0
Catatan Redaksi:  Pada tanggal 8 Mei, Nusantara Institute menggelar webinar atau Zoominar bertajuk "Mengkaji Yahudi Alkitab, Menjadi Kristen Indonesia" dengan menghadirkan pakar studi Bibel dan...

Syekh Yasin al-Fadani dan Nasionalisme Indonesia

1
Oleh Ulil Abshar-Abdalla (Kiai dan Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, Jakarta) Sebuah informasi menarik saya temukan dalam buku karangan Martin van Bruinessen, Kitab Kuning, Pesantren, dan Tarekat:...

Gunung Di Balik Mitos dan Kosmos

0
Oleh: Tjahjono Widijanto (penyair, esais, dan doktor pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Tinggal di Ngawi, Jawa Timur) Dalam kultur masyarakat tradisional, konsep metafisis tidak dirumuskan...

Kontestasi Wacana “Islam Radikal” versus “Islam Moderat”

0
Oleh Zaprulkhan (Doktor Filsafat Islam dan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik, Bangka Belitung. Ia telah menulis...

Dimensi Sufisme Praksis Islam

0
Oleh: Irwan Masduqi (alumnus Universitas Al-Azhar, Mesir, dan pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah II, Mlangi, Nogotirto, Sleman, Yogyakarta) “(Nabi) Muhammad adalah kepala kaum sufi” (Annemarie Schimmel,...

Peringatan Maulid Nabi di Kampung

0
Oleh: Achmad Munjid (staf pengajar di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada. Ia Memperoleh gelar doktor dari Temple University, Philladelphia, Amerika Serikat) Bulan Maulud adalah...

Bergoyang Sambil Berdoa: Menelisik Relasi Musik Dangdut dan Religi

0
Oleh: Michael HB Raditya (Peneliti di LARAS: Studies of Musics in Society dan editor Jurnal Kajian Seni, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta) Sudah...

In Memoriam Prie GS: Selamat Jalan Sastrawan-Sufi yang Humoris

0
Oleh: Sumanto Al Qurtuby (Direktur Nusantara Institute) Betapa kagetnya hari ini saya membaca berbagai kabar berita tentang wafatnya Mas Prie GS yang konon diakibatkan oleh...
Agama dan Kepercayaan Nusantara

Jawa, Islam dan Nusantara: Memposisikan Agama dalam Keragaman Budaya

0
Penelitian ini akan disajikan ke dalam enam bab. Bab pertama berisi latar belakang penelitian, identifikasi masalah, ruang lingkup, pertanyaan penelitian, beberapa penelitian terdahulu dengan tema terkait, metode penelitian, dan sistematika pembahasan. Melalui bab pendahuluan ini, kegelisahan akademis serta fokus penelitian yang akan dilakukan diharapkan dapat dipahami. Bab dua berisi penjelasan tentang pengertian dan ruang lingkup kebebasan beragama, serta penjelasannya dalam al-Quran dan hadis. Pembahasan ini bertujuan untuk mengambil kesimpulan konsep kebebasan beragama di dalam Islam yang akan dijadikan sebagai parameter untuk menilai kebebasan beragama di dalam S{ah}i>fah al-Madi>nah dan al-Syuru>t} al-‘Umariyah. Bab tiga berisi pembahasan tentang kondisi sosial masyarakat Madinah yang menjadi latar belakang terbentuknya S{ah}i>fah al-Madi>nah, konstruksi kebebasan beragama dalam S{ah}i>fah al-Madi>nah, pandangan para sarjana, serta analisis berbagai kemungkinan S{ah}i>fah al-Madi>nah dijadikan sebagai sumber hukum di dalam Islam. Melalui penjelasan demikian diharapkan dapat menjawab pertanyaan pertama dalam penelitian ini. Bab empat mengkaji al-Syuru>t} al-‘Umariyah yang dimulai dari uraian tentang keberagaman riwayat tentangnya, latar belakang kemunculan Perjanjian Umar yang disebut dengan al-‘Uhdah al-‘Umariyah dan riwayat Perjanjian Umar yang diistilahkan dengan al-Syuru>t} al-‘Umariyah. Al-Syuru>t} al-‘Umariyah selain akan dikaji sisi riwayat dan sejarahnya, juga dijelaskan kontruksi kebebasan beragama di dalam isinya, serta dampaknya terhadap fikih.