Nusantara Academic Writing Award (NAWA) adalah penghargaan penulisan pascariset (post-research writing grant) untuk tesis dan disertasi bagi mahasiswa magister dan doktor di perguruan tinggi di Indonesia, khususnya yang mengangkat tema-tema yang sesuai dengan visi, misi, dan platform Nusantara Institute, yaitu studi mengenai dunia pendidikan, kesenian, kebudayaan, keagamaan, dan kerajaan di Indonesia. Program ini telah diselenggarakan sejak 2019 dengan dukungan dari Bakti BCA. Untuk penganugerahan NAWA 2026, selain BCA, juga didukung oleh Garudafood dan Marimas.
Daftar Nama Penerima Nusantara Academic Writing Award 2026

Putri Naomi (Mahasiswa S2, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta)
Judul Tesis: Perempuan dalam Manuskrip Ahādīth al-Nabawīyah li al-Banāt Karya Abdul Latif Syakur
Abstrak
Studi ini bertujuan untuk menganalisis paradoks pemikiran Abdul Latif Syakur (1882-1963) sebagai ulama feminis melalui kitab hadisnya, Ahādīth al-Nabawīyah li al-Banāt, yang mengandung tema-tema domestifikasi dan pendisiplinan terhadap tubuh perempuan. Penelitian ini menggunakan sumber data primer berupa manuskrip Ahādīth al-Nabawīyah li al-Banāt yang diperkirakan ditulis pada tahun 1941. Secara konseptual, penelitian ini menggunakan teori filologi, analisis wacana kritis model Norman Fairclough, dan takhrīj Hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema-tema hadis dalam manuskrip Ahādīth al-Nabawīyah li al-Banāt, meskipun secara literal tidak selalu mendukung perempuan (misalnya, pembahasan domestifikasi dan disiplin tubuh), tidak bertentangan dengan pemikiran Abdul Latif Syakur yang memperjuangkan kesetaraan. Fenomena ini merupakan bagian dari strategi untuk menegosiasikan visi kemajuan perempuan dengan standar moralitas di Tanah Minangkabau yang sangat menjunjung tinggi adat dan agama.

Mamluatur Rahmah (Mahasiswa S3, UIN Walisongo, Semarang)
Judul Disertasi: Pengaruh Spiritualitas, Syukur, dan Makna Hidup terhadap Kesejahteraan Psikologis dan Kecemasan Kematian pada Lansia di Pondok Pesantren Sepuh Putri Payaman Magelang
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh spiritualitas, syukur, dan makna hidup terhadap kesejahteraan psikologis serta kecemasan kematian pada lansia di Pondok Pesantren Sepuh Putri Payaman, Magelang, baik secara langsung maupun melalui mediasi kesejahteraan psikologis. Penelitian ini dilaksanakan dalam konteks pesantren lansia yang memelihara tradisi spiritual Islam Nusantara melalui berbagai praktik keagamaan, refleksi diri, dan pembinaan makna hidup sebagai bagian dari persiapan menghadapi fase akhir kehidupan. Penelitian ini menggunakan metode analisis data Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak WarpPLS 7.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi spiritual yang hidup dalam pesantren Nusantara tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya-keagamaan, tetapi juga menjadi sumber daya psikospiritual yang berkontribusi terhadap pembentukan makna hidup, peningkatan kesejahteraan psikologis, serta kesiapan lansia dalam menghadapi kematian. Temuan ini memperkuat pengembangan model psikospiritual sufistik yang mengintegrasikan perspektif psikologi modern dengan nilai-nilai tasawuf yang tumbuh dalam tradisi pesantren Nusantara.

Moh. Rivaldi Abdul (Mahasiswa S3, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta)
Judul Disertasi: Kepemimpinan Jiou dan Pembaruan Tradisi Keagamaan: Sejarah Sosial Budaya Masyarakat Muslim di Desa Pinolosian, 1976-2015 M.
Abstrak
Disertasi ini bertujuan untuk menjelaskan kepemimpinan jiou dan pembaruan tradisi keagamaan dalam sejarah sosial budaya masyarakat Muslim di Desa Pinolosian, Kecamatan Pinolosian, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, tahun 1976-2015 M. Periode sejarah tersebut didasarkan pada masa kepemimpinan Imam Aju Abug (1976-1996), Imam Muhtar Lalu (1996-2005), dan Imam Yasin Lalu (2006-2015). Disertasi ini menjelaskan pandangan teoretis tentang legitimasi pemimpin agama yang tidak hanya berkaitan dengan modal otoritas, tetapi juga melibatkan pengakuan masyarakat. Disertasi ini juga menjelaskan bahwa pembaruan tidak selalu tentang penolakan atau resistensi antara wajah lama dan wajah baru, tetapi juga dapat terjadi melalui negosiasi dan reinterpretasi tradisi dalam perkembangan masyarakat. Peran kepemimpinan jiou dalam hal ini tidak hanya memimpin praktik tradisi, tetapi juga berperan sebagai inovator budaya yang melakukan pembaruan dengan tetap menjaga ekspresi lama dalam praktik tersebut.

Yakomina Mangmah (Mahasiswa S2, CRCS-UGM)
Judul Tesis: “The Church as an Ecological Community: A Study of the Olang Mangsari Festival at the Evangelical Christian Church in Timor Elim Dadibira, Alor
Abstrak
Krisis ekologis mendorong keterlibatan lembaga keagamaan dalam membangun kesadaran lingkungan yang relevan dengan konteks setempat. Penelitian ini mengkaji Festival Olang Mangsari yang diselenggarakan oleh GMIT Elim Dadibira di Pulau Pura sebagai respons terhadap tantangan sosial-ekologis yang dihadapi masyarakat. Dengan pendekatan etnografi kritis, data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa festival ini menjadi ruang perjumpaan antara iman Kristen dan budaya lokal melalui proses negosiasi, reinterpretasi, dan kreativitas religius. Festival juga berkontribusi pada penguatan kesadaran ekologis, revitalisasi pengetahuan lokal, serta pengembangan praktik keberlanjutan berbasis komunitas dalam merespons krisis sosial-ekologis.

Anju Nofarof Hasudungan (Mahasiswa S3, Universitas Indonesia)
Judul Disertasi: Dinamika Adaptasi Sosial-Budaya Kelompok Etnis Tionghoa di Kabupaten Bengkalis, 1946-1998
Abstrak
Disertasi ini mengkaji dinamika adaptasi etnis Tionghoa di Bengkalis, Riau, melalui bidang pendidikan pada periode 1946–1998. Kajian ini dilatarbelakangi oleh peran pendidikan yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran formal, tetapi juga sebagai media pembentukan identitas budaya, penguatan modal sosial, serta strategi adaptasi masyarakat Tionghoa dalam menghadapi perubahan politik, kebijakan negara, konflik sosial, dan relasi antaretnis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan pendidikan Tionghoa di Bengkalis, menjelaskan pengaruh kebijakan negara terhadap lembaga pendidikan Tionghoa, serta mengungkap transformasi pola adaptasi masyarakat Tionghoa dalam merespons konflik pada tahun 1946, 1965, dan 1998. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui studi arsip, dokumen sekolah, surat kabar, foto sejarah, serta wawancara dengan tokoh masyarakat, alumni, dan pengelola sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Tionghoa di Bengkalis mengalami transformasi dari lembaga berbasis identitas etnis menjadi institusi yang lebih inklusif. Adaptasi masyarakat Tionghoa berlangsung melalui tiga pola utama, yaitu resistensi terhadap konflik 1946, negosiasi pada masa pasca-1965, dan integrasi sosial pasca-1998. Sekolah-sekolah Tionghoa seperti Perguruan Wahidin, Setia Budi, Methodist, dan Bintang Laut mampu bertahan melalui perubahan kurikulum, bahasa pengantar, sistem pengelolaan, serta keterbukaan terhadap peserta didik lintas etnis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan merupakan strategi adaptasi yang efektif untuk mempertahankan identitas budaya sekaligus memperkuat integrasi sosial masyarakat Tionghoa di Bengkalis.

Novita Sari Sembiring (Mahasiswa S2, CRCS-UGM)
Judul Tesis: Peran Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dalam Pemajuan Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan (KBB) di Indonesia
Abstrak
Kebebasan beragama atau berkeyakinan (KBB) adalah hak asasi manusia (HAM) fundamental yang dijamin oleh UUD 1945 dan berbagai undang-undang lain, serta banyak instrumen internasional, termasuk Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) dan Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik (KIHSP), yang telah diratifikasi oleh Indonesia. Meskipun dianggap sebagai hak dasar dan universal, dalam praktiknya, baik norma maupun praktik tidak bisa terlepas dari konteks lokal, dengan dinamika sosial, politik, budaya, dan agama yang khas. Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), sebagai salah satu organisasi Kristen arus utama di Indonesia, terlibat dalam pemajuan KBB. Posisi umat Kristen sebagai kelompok agama minoritas di Indonesia memperkuat komitmen PGI terhadap KBB. Penelitian ini berfokus pada bagaimana PGI memajukan KBB di Indonesia. Pada penelitian ini, teori yang digunakan adalah vernakularisasi KBB, yang bertujuan untuk memahami bagaimana norma KBB sebagai bagian dari HAM universal diterjemahkan dan disesuaikan dengan konteks lokal Indonesia, dengan mempertimbangkan faktor sejarah, sosial, dan teologis yang memengaruhi persepsi serta praktik KBB. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis tematik untuk menggali dinamika KBB di Indonesia melalui pengumpulan data dari dokumen hukum, publikasi PGI, serta literatur terkait. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap studi vernakularisasi KBB serta memberikan wawasan praktis bagi PGI dalam mengembangkan strategi advokasi yang lebih efektif untuk memperjuangkan KBB di Indonesia.










