Sabtu, April 20, 2019

Nusantara Institute (NI) adalah lembaga semi-otonom yang didirikan oleh Nusantara Kita Foundation (NKF) yang fokus di bidang studi, kajian, publikasi, scholarship, riset ilmiah, dan pengembangan akademik tentang ke-Nusantara-an. Tentang sejarah, profil, platform, dan program kerja Nusantara Kita Foundation bisa dilihat di http://nusantarakita.org.

Ada tiga tema utama yang menjadi fokus riset Nusantara Institute, yaitu (1) agama dan kepercayaan Nusantara, (2) tradisi dan kebudayaan Nusantara, dan (3) kerajaan-kerajaan Nusantara. Ketiga tema sentral ini akan terus diteliti secara akademik-ilmiah dengan melibatkan jejaring ilmuwan, sarjana, akademisi, dan peneliti, baik dari Indonesia maupun mancanegara, yang ahli atau memiliki spesialisasi di tema-tema tersebut.

Temuan atau hasil-hasil riset nanti diharapkan bisa turut memberi kontribusi penting bagi pemerintah (dalam bentuk pembangunan kebijakan publik), komunitas akademik (dalam bentuk pembangunan teori maupun pengembangan khazanah keilmuan dan intelektual), dan masyarakat luas (dalam bentuk pembangunan kesadaran), tentang hal-ihwal yang berkaitan dengan tradisi, budaya, agama, kepercayaan, dan kerajaan-kerajaan di Nusantara.

Direktur

Foto : Dr. Sumanto Al Qurtuby

Dr. Sumanto Al Qurtuby adalah profesor antropologi budaya dan mantan ketua divisi scienfitic research in social sciences di King Fahd University of Petroleum and Minerals, Arab Saudi. Sebelum mengajar di Arab Saudi, ia pernah menjadi profesor tamu di University of Notre Dame, Indiana, Amerika Serikat. Ia memperoleh gelar doktor (PhD) dari Boston Universtity. Selama menekuni karir akademik, ia pernah mendapat penghargaan penelitian (research award) dari berbagai lembaga dan kampus seperti National Science Foundation, Earhart Foundation, Kroc Institute for International Peace Studies, Boston University Graduate Research Abroad Fellowship, University of Oxford, National University of Singapore, Kyoto University, dan sebagainya. Ia telah menulis lebih dari 20 buku, ratusan artikel ilmiah, dan ribuan esai populer, baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris, yang terbit di berbagai media, jurnal, dan penerbit di dalam dan Luar Negeri. Buku-bukunya dalam Bahasa Inggris antara lain Religious Violence and Conciliation in Indonesia (London: Routledge, 2016) dan Saudi Arabia and Indonesian Network: Education, Migration, and Islam yang akan diterbitkan oleh I.B. Tauris (London & New York). Kini ia sedang menulis manuskrip buku dalam Bahasa Inggris yang membandingkan tentang konterterorisme dan konterradikalisme agama di Arab Saudi dan Indonesia.

Deputi Direktur

Bidang Tradisi dan Budaya Nusantara
Foto: Izak Lattu

Dr. Izak Y. M. Lattu adalah pengajar di Fakultas Teologi Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, dan Center for Religious and Cross-Cultural Studies, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Minat akademik dan risetnya, antara lain, di bidang tradisi dan budaya, ritual dan simbol, relasi antaragama, dan sebagainya. Dr. Izak, dengan beasiswa dari Fulbright, memperoleh gelar doktor (PhD) dari Graduate Theological Union yang berafiliasi dengan University of California, Berkeley, Amerika Serikat, dengan disertasi berjudul “Orality and Interreligious Relationships: The Role of Collective Memory in Christian-Muslim Engagements in Maluku, Indonesia.” Disertasi ini memenangkan kompetisi beasiswa pre-academic program di Harvard University, Cambridge, Amerika Serikat. Beberapa tulisan Izak tentang budaya dan relasi lintas agama dimuat di Interreligious Insight Journal dan Journal of Asian and Asian American Theologies. Selain sebagai dosen, Dr. Izak juga seorang pendeta di Gereja Protestan Maluku.

Deputi Direktur

Bidang Agama dan Kepercayaan Nusantara
Foto: Tedi Kholiludin

Dr. Tedi Kholiludin adalah dosen di Fakultas Agama Islam, Universitas Wahid Hasyim, Semarang, dan Peneliti di Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA), Semarang. Ia memperoleh gelar doktor dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, dengan disertasi berjudul “Pancasila dan Transformasi Religiositas Sipil di Indonesia.” Ia menulis sejumlah buku, antara lain, Agama dan Pergeseran Representasi; Mengelola Toleransi dan Kebebasan Beragama; Sinar Damai dari Kota Atlas: Sejarah, Budaya dan Masyarakat Semarang; Jalan Sunyi Pewaris Tradisi; Sosiologi Agama: Pilihan Berteologi dalam Konteks Indonesia; Menjaga Tradisi di Garis Tepi, dan lain-lain.

Direktur Strategi & Pemasaran

Foto: Dr. Setiadi Umar

Dr. Setiadi Umar adalah staf pengajar di Departement of Marketing, King Fahd University of Petroleum and Minerals. Ia memperoleh gelar doktor (PhD) di bidang Marketing dari Rutgers Business School, the State University of New Jersey (Rutgers University) di Newark, New Jersey, Amerika Serikat, dan master di bidang Bisnis Internasional dari University of New South Wales (Sydney, Australia). Ia menulis disertasi doktoral dengan judul “The Differentiation and Imitation Effects of Competition on Product Segment Dynamics.” Selama menekuni karir akademik, ia telah menerima fellowship dari beberapa lembaga termasuk World Bank, Academy of Marketing Science, dan American Marketing Association. Dr. Setiadi juga penerima “Ambassador’s Award for Excellence” dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amerika Serikat. Karya-karya akademiknya diterbitkan di sejumlah jurnal ternama seperti Marketing Letters dan Business Strategy and the Environtment.

Sekretaris & Administrator

Foto: Ah Jauhari Umar

Achmad Jauhari Umar menyelesaikan studi S1 di Ezzitouna University, Tunisia, di bidang Sejarah dan Peradaban Islam. Ia adalah alumnus madrasah dan sejumlah pondok pesantren di Jawa serta mantan editor website Persatuan Pelajar Indonesia Dunia. Ia memiliki keahlian di sejumlah bidang, antara lain, Bahasa Arab, komputer, dan blogging, selain minat studi di bidang agama dan budaya lokal Nusantara.