Pagelaran Nusantara Academic Writing Award (NAWA) tahun 2026 ini, yang diselenggarakan pada 27 Juni 2026 di Metro Park View Hotel, Semarang, ditandai dengan bergabungnya PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. sebagai salah satu sponsor atau pendukung kegiatan.
NAWA diselenggarakan oleh Nusantara Institute sejak 2019. Program ini bertujuan untuk memilih proposal penulisan tesis atau disertasi, melalui kompetisi nasional, dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang membahas isu-isu yang berkaitan dengan berbagai aspek kesejarahan, kesenian, kebudayaan, dan keagamaan di Indonesia. Sejak 2019, NAWA didukung oleh Bakti BCA, dan pada 2026 ini, program ini juga didukung oleh Garudafood dan Marimas. Sebelumnya, Djarum Foundation juga ikut mendukung program ini.
Mewakili Garudafood, Dian Astriana, Head of Corporate Communication & External Relations, menyampaikan keynote speech serta turut menyerahkan penghargaan kepada salah satu pemenang NAWA 2026. Dalam sambutannya, Dian mengapresiasi kegiatan NAWA.
Dalam sambutannya, Dian mengapresiasi kegiatan NAWA. “Izinkan saya mewakili PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Nusantara Institute atas konsistensinya dalam penyelenggaraan NAWA sejak tahun 2019,” kata Dian.
Menurutnya, NAWA merupakan sebuah perjalanan yang cukup panjang dalam upaya nyata untuk terus merawat peninggalan warisan leluhur Nusantara, baik di bidang seni, budaya, pendidikan, maupun tradisi, agar tidak hilang ditelan waktu. Dian menyatakan bahwa, sebagai generasi penerus bangsa, kita perlu senantiasa memahami dan meneliti eksistensi khazanah kebudayaan Nusantara agar tetap terjaga dan lestari.

***
Menurutnya, ada tiga nilai yang menjadi alasan utama Garudafood untuk bergabung dalam program NAWA.
Pertama, Be Grateful to God — bersyukur atas anugerah Tuhan. Bagi Garudafood, seluruh kekayaan tradisi, seni, dan budaya Nusantara yang diteliti oleh para penerima NAWA adalah anugerah Tuhan yang luar biasa, yang dititipkan kepada bangsa Indonesia untuk dijaga, bukan dibiarkan begitu saja. Setiap tesis dan disertasi yang lahir dari ajang ini, menurut Dian, merupakan bentuk manifestasi nyata rasa syukur tersebut. “Kita semua, baik akademisi, pelaku usaha, maupun masyarakat pada umumnya, memiliki kewajiban bersama untuk merawat warisan ini agar tetap hidup bagi generasi mendatang,” tegasnya.
Kedua, Service to Stakeholders — pelayanan kepada stakeholders. Dian menyatakan, “Kami percaya bahwa kesuksesan sejati tidak diukur dari pencapaian diri sendiri, melainkan dari sejauh mana kita secara aktif menyebarluaskan karya terbaik kita demi kemaslahatan orang lain. Riset yang dilakukan oleh para penerima NAWA hari ini bukan sekadar memenuhi syarat kelulusan akademik, melainkan sebuah kontribusi nyata bagi masyarakat luas, di mana pengetahuan yang lahir dari ruang akademik mampu menghidupkan dan memperkuat identitas budaya bangsa.”
Ketiga, Creative and Innovative Thinking — berpikir kreatif dan inovatif. Menurut Dian, meneliti tradisi, seni, dan budaya yang sudah ada sejak ratusan tahun silam, dari berbagai sudut pandang, metodologi, dan disiplin keilmuan yang baru, menuntut keberanian untuk selalu berpikir secara kreatif dan inovatif. Ia menyatakan, para penerima NAWA telah membuktikan bahwa warisan lama dapat dilihat dengan cara pandang yang segar dan relevan dengan zamannya — sebuah kebaruan yang justru memperkaya, bukan menghilangkan, makna dan identitas aslinya.
Sebagai penutup sambutan, Dian mengucapkan selamat kepada 6 penerima NAWA 2026 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Mereka adalah Putri Naomi (UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta), Novita Sari Sembiring (Universitas Gadjah Mada), Yakomina Mangmah (CRCS-UGM), Mamluatur Rahmah (UIN Walisongo, Semarang), Anju Nofarof Hasudungan (Universitas Indonesia), dan Moh. Rivaldi Abdul (UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta).
Menurut Dian, pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras, ketekunan, dan kecintaan yang mendalam terhadap warisan bangsa.
Dian berharap melalui kolaborasi Garudafood dan Nusantara Institute, akan semakin banyak akademisi Indonesia terdorong dan termotivasi untuk terus menggali, meneliti, dan melestarikan khazanah Nusantara yang begitu beragam, namun berharga ini.


















