Beranda Publikasi News & Press Release Perempuan Agen Budaya Bangsa

Perempuan Agen Budaya Bangsa

124

JAKARTA – Setiap orang adalah agen budaya, tidak terkecuali para perempuan Indonesia. Agen budaya berperan dalam menciptakan, mempertahankan dan melestarikan kebudayaan di masyarakat.

Kata kebudayaan tentu memiliki makna dan cakupan yang sangat luas. Perempuan menjadi salah satu “agen budaya” yang memiliki peran sentral dan kontribusi besar dalam menciptakan sekaligus mempertahankan dan melestarikan produk-produk kebudayaan di masyarakat, demikian kata Direktur Nusantara Institute Sumanto Al Qurtuby dalam Dialog Budaya Nusantara yang digagas PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bersama Nusantara Institute dan Nusantara Kita Foundation.

Direktur BCA Lianawaty Suwono mengatakan bahwa medium untuk melestarikan budaya juga variatif, mulai dari tingkat yang paling sederhana yaitu ibu kepada anaknya, pendidikan di sekolah, hingga institusi-institusi tinggi pengambil kebijakan politik, ekonomi, dan lainnya.

“Sayangnya, beberapa jalur kebudayaan ini masih didominasi oleh laki-laki dan cenderung mengesampingkan peran perempuan. Melalui kegiatan ini kesetaraan gender di Indonesia mendapat perhatian lebih dari kita,” urai Lianawaty Suwono.

Sementara itu, Co-Founder Nusantara Kita Foundation Ida Widyastuti mengatakan ke depan, perlu ada semakin banyak kelompok sosial, lembaga swadaya masyarakat, perorangan atau komunitas yang peduli dengan aset-aset kultural, spiritual, dan intelektual warisan para leluhur Nusantara.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bersama Nusantara Institute dan Nusantara Kita Foundation menyatakan komitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan pelestarian budaya serta mendorong masyarakat untuk memiliki apresiasi dan penghormatan terhadap aspek-aspek kebudayaan lokal di Indonesia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan kontinu terhadap gelaran Dialog Budaya Nusantara serta memberikan penghargaan kepada para pemerhati, pelestari dan pejuang budaya dari berbagai kalangan masyarakat yang turut merawat kebudayaan lokal di Indonesia, baik melalui tulisan maupun aktivitas lainnya. Tahun 2020 ini, Dialog Budaya Nusantara mengangkat tema “Perempuan dan Budaya Nusantara”.

Selain diskusi, ajang kali ini juga memberikan penghargaan kepada pejuang budaya, baik akademisi maupun non-akademis, yang secara konsisten melestarikan budaya Nusantara. Penghargaan terbagi menjadi dua kategori yakni Nusantara Academic Award dan Waskita Nusantara Award.

Nusantara Academic Award adalah penghargaan untuk karya akademik hasil riset ilmiah seperti disertasi doktor dan tesis  master yang membahas aneka ragam kebudayaan Nusantara.

Adapun Waskita Nusantara Award adalah penghargaan non-akademik untuk para pelestari budaya Nusantara.

Berita ini pertama kali terbit di laman Bisnis.com dengan judul “Perempuan Sebagai Agen Budaya Bangsa