Beranda Publikasi News & Press Release Raih NAA Berkat Teliti Bali Aga dan Jepang

Raih NAA Berkat Teliti Bali Aga dan Jepang

355

Dosen Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana Dr Ida Ayu Laksmita Sari SHum, MHum meraih Nusantara Academic Award (NAA) dari Nusantara Institute (NI) atas prestasinya menyusun disertasi yang mengangkat budaya dan kearifan lokal Nusantara.

Dr Ida Ayu Laksmita Sari, 37, menulis disertasi yang membandingkan nilai kearifan lokal dalam cerita rakyat masyarakat desa Bali Aga di Kecamatan Banjar, Buleleng, dibandingkan dengan cerita rakyat masyarakat Ainu di Jepang Utara.
“Cerita rakyat masyarakat Bali Aga di Bali Utara dan masyarakat Ainu di Jepang Utara memiliki kesamaan, yakni intens berisi pemujaan kepada Tuhan atau kamui, intens mempromosikan keharmonisan sosial, dan pelestarian lingkungan,” ujar Dr Ida Ayu Laksmita Sari, yang akrab dipanggil Dayu Mita.

Kesamaan nilai ketuhanan, harmoni sosial, dan pelestarian lingkungan tersebut, membuat Dayu Mita menarik simpulan bahwa masyarakat Bali Aga di Bali Utara dan masyarakat Ainu di Jepang Utara sama-sama menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Tri Hita Karana.“Walaupun istilah Tri Hita Karana tidak dikenal oleh masyarakat Ainu di Jepang, spirit itu jelas tercermin dan diteruskan lintas generasi lewat praktik dan cerita rakyat,” ujar Dayu Mita, alumni Program Doktor Prodi Linguistik, FIB Unud, tahun 2019.

Anugerah bergengsi Nusantara Institute itu diserahkan akhir Agustus 2021 secara daring. Di acara tersebut juga diserahkan anugerah untuk kategori lain, yaitu Nusantara Writing Grant (NWG) dan Waskita Nusantara Award (WNA).

Setelah menerima anugerah, Dayu Mita diminta untuk berbagi hasil risetnya. Saat itu, Dayu Mita diwawancarai oleh Inaya Wahid, putri Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Nusantara Institute menyelenggarakan ajang pemilihan kajian budaya Nusantara setiap tahun, sebagai cara untuk mengembangkan dan menjaga keanekaragaman budaya Indonesia. Dayu Mita menuturkan bahwa misi Nusantara Institute fokus di bidang studi, kajian, riset ilmiah, publikasi, scholarship, fellowship, dan pengembangan akademik tentang ke-Nusantara-an. Ada tiga tema utama yang menjadi fokus riset Nusantara Institute, yaitu, agama dan kepercayaan Nusantara, tradisi dan kebudayaan Nusantara, dan kerajaan-kerajaan Nusantara.

Pada 2021 ada 115 naskah tesis, disertasi, dan lainnya yang diajukan pelamar untuk seleksi NI Award. Dari naskah yang masuk, disertasi Dayu Mita lolos seleksi. ”Awalnya seleksi naskah, setelah itu ada interview secara terbuka lewat zoom,” ujar ibu dua anak ini.

Dalam seleksi interview tampil sebagai panelis, tokoh masyarakat multikultur Ida Rsi Wisesanatha (I Made Suryawan, Pendiri Forum Studi Majapahit, Bali), Prof John Titaley ThD (Guru Besar Teologi, UKIM Ambon), YW Junardy (President UN Indonesia Global Compact Network), dan Christine Hakim (aktris dan aktivis budaya), dan beberapa guru besar antropologi. Tim panelis dipimpin oleh Direktur NI Prof Sumanto Al Qurtuby PhD, sosok yang gigih membangun budaya Nusantara.

Peneliti Gigih

Selama menulis disertasi, Dayu Mita beberapa kali melakukan riset di daerah Bali Aga, yaitu di Desa Sidetapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa, dan Banyuseri¸ Kecamatan Banjar, Buleleng, untuk menggali cerita rakyat mereka. Selain itu, Dayu Mita juga ke Hokkaido, Jepang, untuk menggali cerita rakyat Ainu.

Untuk pergi ke Jepang, Dayu Mita melamar dana riset Sumitomo. Pada 2018 ada 602 pelamar dana riset Sumitomo dari seluruh dunia. Proposal yang disetujui hanya 63 judul, termasuk proposal Dayu Mita dan timnya Dr Wanda dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.

Hasil penelitian cerita rakyat di Bagi Aga dikemas menjadi tema kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didanai LPPM Universitas Udayana pada 2021 di Desa Sidetapa. Dalam pengabdian itu, Dayu Mita dan timnya mengangkat tema ‘Storynomics: Cerita Rakyat untuk Promosi Pariwisata’.

“Pengalaman wisatawan akan lebih merasuk dalam hati, jika daya tarik alam, budaya, batu besar, dan yang unik lainnya dituturkan dalam cerita untuk memenuhi rasa ingin para tamu,” tutur Dayu Mita.

Sumber: NusaBali.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here